About

USAHATANI JATI UNGGUL POLA BAGI HASIL UNIT UBH-KPWN

Unit UBH – KPWN adalah Unit Usaha Bagi Hasil dari Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantura yang bergerak di bidang Investasi Jati Unggul Nusantara Pola Bagi Hasil. Investasi jati ini melibatkan 5 pihak sebagai pilar utama, yaitu :

1.   Investor

2. Pemilik Lahan

3. Petani Penggarap

4. Pemerintah Desa

5.  Unit UBH – KPWN sebagai Fasilitator (pengelola)

Nilai investasi jati pola bagi hasil yang ditanam sebesar Rp 65.000.- /pohon (tahun 2009) sedikitnya 100 pohon atau Rp 6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah), dengan jangka waktu 5 tahun. Bagi hasil investasi jati dilakukan setelah panen (5 tahun) dengan bagian hasil panen sebagai berikut:

1.  Investor                   :  40% dari bagian hasil panen investasi jati

2.   Pemilik Lahan         : 10% dari bagian hasil panen investasi jati

3.   Petani Penggarap   :  25% dari bagian hasil panen investasi jati

4.   Pemerintah Desa    :  10% dari bagian hasil panen investasi jati

5.   Unit UBH – KPWN :  15% dari bagian hasil panen investasi jati

Investor dan pemilik lahan tidak menanggung resiko (kerugian) jika dalam proses budidaya terdapat pohon yang mati atau hilang dicuri, itu menjadi tanggung jawab Pengelola. Bagian investor tetap 40% dan pemilik lahan 10% dari yang ditanam. Bahkan bila ada kegagalan usaha diluar faktor bencana atau force majoure, uang investasi jati dikembalikan seluruhnya ditambah bunga bank. (BI rate).

Investor tidak perlu merasa khawatir dan memikirkan resiko, sebab pola bagi hasilnya sudah jelas dan pengelolaan yang profesional. Untuk transparansi keuangan setiap tahun dilaksanakan audit oleh akuntan publik.

Proses budidaya dimulai dengan pemilihan lahan yang sesuai dengan tempat tumbuh jati, agar jati dapat tumbuh optimal. Pemeliharaan dilakukan secara intensif, melipuli Pemupukan (organik dan an organik), penyiangan, pendangiran, pencegahan dan pengendalian hama penyakit serta penyiraman jika diperlukan.

Bibit yang digunakan adalah bibit unggul, yaitu Jati Unggul Nusantara yang materi genetiknya jelas dan terbukti unggul. JUN merupakan hasil seleksi dari 600 pohon jati unggul di Indonesia yang dijadikan 28.000 indukan terdiri atas 69 klon unggulan. Hasilnya diseleksi ulang dan menghasilkan 69 indukan terbaik. Dari 69 indukan dilakukan uji DNA dan terdapat 57 pohon indukan Prima 1 yang dijadikan pohon indukan.

Perbanyakan bibit dari indukan ini dengan stek pucuk, bibit dari indukan terbaik ini dimodifikasi sistem perakarannya menjadi sistem akar tunggang majemuk. Dalam 1 pohon dapat tumbuh 5-8 akar tunggang. Kelebihan dari akar tunggang majemuk ini antara lain : lebih kokoh, tidak gugur daun pada musim kemarau dan bongsor (cepat besar).

Dalam pengelolaannya di lapangan, UBH menyediakan tenaga sarjana (SI Kehutanan, Pertanian dan Perkebunan) sebagai tenaga Pendamping. Setiap Pendamping mengelola 15.000 – 20.000 pohon (setara dengan 15-20 ha). Setiap 5-7 Pendamping dibina oleh seorang Supervisor (tenaga sarjana berpengalaman).

Investasi Jati Unggul Nusantara Pola Bagi Hasil sebagai suatu usaha yang berorientasi pada rakyat kecil, yaitu Petani Penggarap yang nota bene tidak punya lahan dan tidak punya modal. Investasi jati JUN selain meningkatkan kesejahteraan rakyat, juga mendorong roda perekonomian Desa (karena 85% dari investasi jati dan 50% dari bagian hasil panen beredar di Pedesaan) serta memperbaiki dan memelihara lingkungan.

Insya Allah investasi Jati Unggul Nusantara berkah dunia akhirat. Amin,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: